Aku tahu manusia bisa berubah
Dari baik jadi buruk
Dari buruk jadi baik
Tapi bukankah kau dan aku ingin jadi lebih baik ?
Waktu memang tak pernah menjanjikan apa pun pada kita
Pada cerita cinta kita
Justeru mengapa ruang hatimu terlalu sempit untukku berlari ?
Adakalanya kita merasa paling benar
Tapi hakikat malam malam yang kita lalui
Tak lagi bisa membuat kita tertawa bahagia
Banyak hal yang merubahnya
Hampir merubah segalanya
Lagu yang setiap kali kau nyanyikan untukku
Pun kini mulai samar-samar kudengar
Dan aku tak tahu mengapa
Aku lupa bila terakhir kali bercerita tentang hujan padamu
Betapa bodoh waktu perdaya kita
Yang tahu betapa mahal cinta
Yang takkan tergantikan oleh sebatas janji yang kau beri
Apa kerna itu kita bisa bertahan dalam diam ?
Mulanya tak bisa kubaca
Rangkai kata yang kau tulis
Di sudut hati
Tapi kini aku jadi lebih mengerti
Cinta tak pernah berdiri sendiri
Bisa tumbuh dan tak bisa jauh
Dariku pun darimu
Andai bibir ini kelu tapi bisa lagi mengeja namamu
Lalu ingin ku kini cuma satu
Berdamai dengan rindumu
Kamis, 27 November 2008
Ku KaTaKan pD mU
Sulit memahami manusia
Mengungkap kesedihan dengan tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya menitiskan air mata
Menurutmu cinta adalah jawapan akhir dari segalanya
Tapi bagiku, penolakan bukan hukuman mati bagi yang terdakwa
Ianya seperti kebangkitan setelah mati
Mengawali hidup dengan rasa sakit, menjalani hidup dengan rasa sakit,
dan mengakhiri hidup dengan rasa sakit
Mengawali cinta dengan harapan, menjalani cinta dengan kekhuatiran,
dan mengakhiri cinta dengan kekecewaan
Jika awal cinta indah mengapa tidak pada awal dan akhir ceritanya ?
kesedihan didalamnya pun indah jika benar-benar mencintai
kerana kesunyiaan takkan pernah ada perceraian
Kau yang jauh dari cinta membeku seperti salju
dan aku yang terlalu dekat dengan cinta akan menangis seperti awan
Jika enggan untuk bicara
Diam akan katakan lebih dari maksudnya
Jika kau keliru kerna aku tak lagi bisa mengabulkan hajatmu kesemuanya
Anggapalah aku membidikkan panah tidak tepat pada sasarannya
Jika masih sulit untuk percaya, pejamkan matamu
Jangan takut tajamnya pena
Yang tak mungkin menghiris urat nadi
Aku hanya bercermin padamu
Dan belum pernah siap untuk pergi darimu
Walau aku meriba doa menunggumu
Mengungkap kesedihan dengan tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya menitiskan air mata
Menurutmu cinta adalah jawapan akhir dari segalanya
Tapi bagiku, penolakan bukan hukuman mati bagi yang terdakwa
Ianya seperti kebangkitan setelah mati
Mengawali hidup dengan rasa sakit, menjalani hidup dengan rasa sakit,
dan mengakhiri hidup dengan rasa sakit
Mengawali cinta dengan harapan, menjalani cinta dengan kekhuatiran,
dan mengakhiri cinta dengan kekecewaan
Jika awal cinta indah mengapa tidak pada awal dan akhir ceritanya ?
kesedihan didalamnya pun indah jika benar-benar mencintai
kerana kesunyiaan takkan pernah ada perceraian
Kau yang jauh dari cinta membeku seperti salju
dan aku yang terlalu dekat dengan cinta akan menangis seperti awan
Jika enggan untuk bicara
Diam akan katakan lebih dari maksudnya
Jika kau keliru kerna aku tak lagi bisa mengabulkan hajatmu kesemuanya
Anggapalah aku membidikkan panah tidak tepat pada sasarannya
Jika masih sulit untuk percaya, pejamkan matamu
Jangan takut tajamnya pena
Yang tak mungkin menghiris urat nadi
Aku hanya bercermin padamu
Dan belum pernah siap untuk pergi darimu
Walau aku meriba doa menunggumu
CiNtA . . .
ketika dingin menghantar suara hatiku padamu
Yang melewati puncak akalmu memikir
Yang membawa pesan ini untukmu
kau seperti malam
yang datang tiba-tiba
ketika aku berjalan
tanpa siapa bersama
Ketika rasa takut ini datang
siapa lagi yang bisa membangkitkan keberanian selain engkau
ketika rasa putus asa ini datang
siapa lagi yang akan menumbuhkan harapan selain engkau
ketika angin timur tak menyejukkanku lagi
ketika pepohonan yang rendang tak lagi memayungiku dari terik siang
ketika seluruh hidup yang kurasakan adalah penderitaan
cukupkah sampai di sini keinginan tak akan ada habisnya?
kepuasan tak kan ada ujungnya?
cukupkah sampai di sini pesta kemenangan merayakan kekalahan diri sendiri?
ketika kumenemukan cinta
cinta itu mulai menanamkan sebuah harapan kehidupan untukku
ketika ku terhayal untuk bersama denganmu kembali
merindukan dirimu di sampingku
walau engkau teramat jauh tak terkejar
ternyata aku salah...
betapa telah lama kau tinggalkan kerinduan di hatiku
betapa sekian lama aku terikat dengan kesedihan ini
saat aku tertidur
cinta itu tetap membuat bayangmu berada di seluruh mimpi-mimpi
Dan semuanya membuatku ingin bertanyaMu lagi tuhan,
kenapakah aku teramat menderita untuk rasa sakit ini?
Yang melewati puncak akalmu memikir
Yang membawa pesan ini untukmu
kau seperti malam
yang datang tiba-tiba
ketika aku berjalan
tanpa siapa bersama
Ketika rasa takut ini datang
siapa lagi yang bisa membangkitkan keberanian selain engkau
ketika rasa putus asa ini datang
siapa lagi yang akan menumbuhkan harapan selain engkau
ketika angin timur tak menyejukkanku lagi
ketika pepohonan yang rendang tak lagi memayungiku dari terik siang
ketika seluruh hidup yang kurasakan adalah penderitaan
cukupkah sampai di sini keinginan tak akan ada habisnya?
kepuasan tak kan ada ujungnya?
cukupkah sampai di sini pesta kemenangan merayakan kekalahan diri sendiri?
ketika kumenemukan cinta
cinta itu mulai menanamkan sebuah harapan kehidupan untukku
ketika ku terhayal untuk bersama denganmu kembali
merindukan dirimu di sampingku
walau engkau teramat jauh tak terkejar
ternyata aku salah...
betapa telah lama kau tinggalkan kerinduan di hatiku
betapa sekian lama aku terikat dengan kesedihan ini
saat aku tertidur
cinta itu tetap membuat bayangmu berada di seluruh mimpi-mimpi
Dan semuanya membuatku ingin bertanyaMu lagi tuhan,
kenapakah aku teramat menderita untuk rasa sakit ini?
ya ALLAH ringankan lah beban aquw ni....
Ihwal hati
Aku adalah alter ego kesunyian
yang secara naif membaca setiap percik pesonamu
memancarkan kemilau di rintik sepi
yang membuatku
mendefinisikan ulang arti nestapa diri
dari sebuah ruang hati
dimana gairah purba itu
tak berhenti membakar nyali
Adakah kau tahu
Di semesta asa yang kubentangkan
dan pada rentang waktu yang deras dialiri kenangan
Selalu kupahat rapi jejak rindu
Tentang kita
Hanya kita
yang secara naif membaca setiap percik pesonamu
memancarkan kemilau di rintik sepi
yang membuatku
mendefinisikan ulang arti nestapa diri
dari sebuah ruang hati
dimana gairah purba itu
tak berhenti membakar nyali
Adakah kau tahu
Di semesta asa yang kubentangkan
dan pada rentang waktu yang deras dialiri kenangan
Selalu kupahat rapi jejak rindu
Tentang kita
Hanya kita
Jumat, 07 November 2008
BiNtAnG
cahayamu yang terang dirimu yang tenang
memberikan semerbat suasana yang damai. .
tertutup hitam dan engkau akan hilang
seakan memunculkan suasana yang kelam. . .
dikegelapan engkau muncul
diterang engkau menghilang
aku ingin seperti engkau
memberikan makna pada kegelapan
bintang. . .
engkau adalah pelita dan inspirasiku
dirimu yang kecil, letakmu yang jauh
namun engkau tetap setia menemani bulan
meskipun engkau tertutup kegelapan
tapi engkau tetap setia menemani malam dan tenangku. . .
memberikan semerbat suasana yang damai. .
tertutup hitam dan engkau akan hilang
seakan memunculkan suasana yang kelam. . .
dikegelapan engkau muncul
diterang engkau menghilang
aku ingin seperti engkau
memberikan makna pada kegelapan
bintang. . .
engkau adalah pelita dan inspirasiku
dirimu yang kecil, letakmu yang jauh
namun engkau tetap setia menemani bulan
meskipun engkau tertutup kegelapan
tapi engkau tetap setia menemani malam dan tenangku. . .
Senin, 03 November 2008
tentang cinta
cinta adalah tarikan nafas dari lautan perasaan
air mata langit,dan
senyuman dari bumi sang jiwa
kesedihan adl aq
karna menatap mlm
tlh membwt q sia2,,
tetapi q seorg pencinta....
n aroma cinta adl kesadaran......
cinta sejati adl....
buah pemahaman alami yang tak bisa tercipta
dalam bilangan pandang....
Langganan:
Postingan (Atom)