Sulit memahami manusia
Mengungkap kesedihan dengan tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya menitiskan air mata
Menurutmu cinta adalah jawapan akhir dari segalanya
Tapi bagiku, penolakan bukan hukuman mati bagi yang terdakwa
Ianya seperti kebangkitan setelah mati
Mengawali hidup dengan rasa sakit, menjalani hidup dengan rasa sakit,
dan mengakhiri hidup dengan rasa sakit
Mengawali cinta dengan harapan, menjalani cinta dengan kekhuatiran,
dan mengakhiri cinta dengan kekecewaan
Jika awal cinta indah mengapa tidak pada awal dan akhir ceritanya ?
kesedihan didalamnya pun indah jika benar-benar mencintai
kerana kesunyiaan takkan pernah ada perceraian
Kau yang jauh dari cinta membeku seperti salju
dan aku yang terlalu dekat dengan cinta akan menangis seperti awan
Jika enggan untuk bicara
Diam akan katakan lebih dari maksudnya
Jika kau keliru kerna aku tak lagi bisa mengabulkan hajatmu kesemuanya
Anggapalah aku membidikkan panah tidak tepat pada sasarannya
Jika masih sulit untuk percaya, pejamkan matamu
Jangan takut tajamnya pena
Yang tak mungkin menghiris urat nadi
Aku hanya bercermin padamu
Dan belum pernah siap untuk pergi darimu
Walau aku meriba doa menunggumu
Mengungkap kesedihan dengan tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya menitiskan air mata
Menurutmu cinta adalah jawapan akhir dari segalanya
Tapi bagiku, penolakan bukan hukuman mati bagi yang terdakwa
Ianya seperti kebangkitan setelah mati
Mengawali hidup dengan rasa sakit, menjalani hidup dengan rasa sakit,
dan mengakhiri hidup dengan rasa sakit
Mengawali cinta dengan harapan, menjalani cinta dengan kekhuatiran,
dan mengakhiri cinta dengan kekecewaan
Jika awal cinta indah mengapa tidak pada awal dan akhir ceritanya ?
kesedihan didalamnya pun indah jika benar-benar mencintai
kerana kesunyiaan takkan pernah ada perceraian
Kau yang jauh dari cinta membeku seperti salju
dan aku yang terlalu dekat dengan cinta akan menangis seperti awan
Jika enggan untuk bicara
Diam akan katakan lebih dari maksudnya
Jika kau keliru kerna aku tak lagi bisa mengabulkan hajatmu kesemuanya
Anggapalah aku membidikkan panah tidak tepat pada sasarannya
Jika masih sulit untuk percaya, pejamkan matamu
Jangan takut tajamnya pena
Yang tak mungkin menghiris urat nadi
Aku hanya bercermin padamu
Dan belum pernah siap untuk pergi darimu
Walau aku meriba doa menunggumu
9 komentar:
cie..............
cie.................
cie................
cie..................
mbakyu.............
ge nunggu cpa nui????????????????
ea udahlah kagag sah mikirin dia lagi.........
masih da yang laen kug.....
tenang aja lagi............
thu mas dayat ge nungggu kamo......
hohoho...........
aduh sil............
tu puisi bikinan u sendiri yaw......
teruskan bakat u yaw........
he....
jangan nunggu terlalu lm dong sil...........
gk baek taw...
msh bnyk co ko...
hahaha,,,,,
jangan terlalu berharap ma co y...
optimis ja gar dpt co yg lbh baek lg...
semangat untuk cari co yaw...
haha...
weijyan,,,,,
puisi niye,,,,
saluth ik....
q ya di coment tah....
ki almtq...
surgaimpianku.blogspot.com
semangat yaw sil....
pokoknya semangat yaw....
key,,,
eA siL,
nDang ngmOng aE.........
hE He..
rak saH swi2,ndak tambaH,tambah,
tamnbah po eO??
Posting Komentar